Obat tradisional adalah obat-obatan yang diolah secara tradisional, turun-temurun, berdasarkan resep nenek moyang, adat-istiadat, kepercayaan, atau kebiasaan setempat, baik bersifat magic maupun pengetahuan tradisional. Menurut penelitian masa kini, obat-obatan tradisional memang bermanfaat bagi kesehatan, dan kini digencarkan penggunaannya karena lebih mudah dijangkau masyarakat, baik harga maupun ketersediaannya. Obat tradisional pada saat ini banyak digunakan karena menurut beberapa penelitian tidak terlalu menyebabkab efek samping, karena masih bisa dicerna oleh tubuh.

Beberapa perusahaan mengolah obat-obatan tradisional yang dimodifikasi lebih lanjut. Bagian dari Obat tradisional yang bisa dimanfaatkan adalah akar, rimpang, batang, buah, daun dan bunga. Bentuk obat tradisional yang banyak dijual dipasar dalam bentuk kapsul, serbuk, cair, simplisia dan tablet.

macam-macobat herbal diantaranya adalah :

1. mahkota dewa


BAGIAN YANG DIGUNAKAN Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah daun; daging dan kulit buahnya. Daun dan kulit buah bisa digunakan segar atau yang telah dikeringkan, sedangkan daging buah digunakan setelah dikeringkan. INDIKASI Kulit buah dan daging buah digunakan untuk: – disentri, – psoriasis, dan jerawat. Daun dan biji digunakan untuk pengobatan: – penyakit kulit, seperti ekzim dan gatal-gatal. CARA PEMAKAIAN Belum diketahui dosis efektif yang aman dan bermanfaat. Untuk obat yang diminum, gunakan beberapa irisan buah kering (tanpa biji). Selama beberapa hari baru dosis ditingkatkan sedikit demi sedikit, sampai dirasakan manfaatnya. Untuk penyakit berat, seperti kanker danpsoriasis, dosis pemakaian kadang harus lebih besar agar mendapat manfaat perbaikan. Perhatikan efek samping yang timbul

2. ketepeng cina

 

 

 

Ketepeng cina (Cassia alata) merupakan jenis perdu yang besar dan banyak tumbuh secara liar di tempat-tempat yang lembab. Kini tumbuhan ini sering dipelihara sebagai perindang halaman rumah/gedung. Ketepeng Cina atau sering disebut sebagai ketepeng kerbau mempunyai ukuran daun besar-besar dengan bentuk bulat telur yang letaknya berhadap-hadapan satu sama lain dan terurai lewat ranting daun (bersirip genap). Bunga ketepeng cina mempunyai mahkota yang pada bagian bawahnya berwarna kuning dan ujung kuncup pada tandan berwarna coklat muda. Buahnya berupa buah polong yang bersayap dan pipih berwarna hitam. Ketepeng Cina tumbuh subur pada dataran rendah sampai ketinggian 1400 meter diatas permukaan laut.

3. rumput mutiara

 

 

Ekstrak rumput mutiara (Hedyotis corymbosa) bisa menghambat perkembangan sel kanker. Selain mampu mencegah pembelahan sel kanker, tanaman ini bisa untuk mengobati peradangan dan jerawat.  Untuk pengobatan tradisional seperti peradangan, rumput mutiara cukup direbus kemudian airnya diminum. Kalau untuk mengobati jerawat, rumput mutiara ditumbuk kemudian dioleskan pada wajah yang ada jerawatnya. Dalam tanaman rumput mutiara  mengandung beberapa senyawa aktif yakni asam ursolat dan asam uleanolat. Kedua senyawa itu mempu mencegah pembelahan sel kanker. Dari penelitian selama 8 bulan itu, dilakukan percobaan menggunakan beberapa hewan tikus. Tikus yang terkena kanker di bagian hepar itu, ketika diberikan ekstrak rumput mutiara ternyata perkembangan sel kankernya dapat dihambat.

4. tapak dara

 

 

 

Herbal tapak dara mempunyai kandungan kimia yangs angat banyak, bahkan tercatat lebih dari 70 macam alkaloid yang terdapat pada akar, batang, daun dan biji. Pada tapak dara terdapat alkaloid sebagai antikanker. Tanaman tapak dara mempunyai sifat sebagai antikanker, sitostatika, hiposentif, penenang, menyejukkan darah, menghentikan pendarahan,acute lymphocytic leukimia, hipertensi, kencing manis dan pendarahan akibat penurunan jumlah leukosit

5. kumis kucing

 

 

 

Nama latin: Orthosiphon stamineus Benth

Nama daerah: Kumis ucing; Brengos kucing; Songot koceng; Remujung; Sesaseyan

Deskripsi tanaman: Tumbuhan berbatang basah, tinggi sampai 1,5 m, daunnya berbentuk bulat telur, bunganya berwarna putih seperti kumis kucing, batangnya berbentuk empat persegi dan mudah di patahkan

Habitat: Tumbuh liar diladang, di tepi sungai dan di tempat-tempat yang tanahnya agak lembab sampai ketinggian 700 m dpl, ada juga yang ditanam sebagai tanaman hias

Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan

Kandungan kimia: Genkosid orthosifonin; Zat lemak; Minyak atsiri; Minyak lemak; Saponin; Sapofonin; Garam kalium

Khasiat: Anti inflamasi; Diuretik

Nama simplesia: Orthosiphonis Herba

Resep tradisional:

Susah kencing

Daun kumis kucing segar 1/4 genggam; Air 1 gelas, Direbus hingga memperoleh cairan 1/2 gelas, Diminum setiap hari 2 kali dan tiap kali minum 1/2 gelas

Batu ginjal

Herba kumis kucing 6 g; Herba meniran 7 pohon; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 2 kali sehari; tiap kali minum 100 ml

Kencing manis, Daun kumis kucing 20 helai; Daun sambiloto 20 helai; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari; 100 ml

Sakit pinggang

Daun kumis kucing segar 1 genggam; Kulit batang pepaya seluas 4 cm2; Air 110 ml, Dibuat infus, Diminum 1 kali sehari 100 ml

6. sambiloto

 

 

 

Banyak sekali manfaat dari daun sambiloto ini, diantaranya adalah untuk mengobati penyakit diabetes atau kencing manis, tifus, dan ada juga yang mengatakan daun sambiloto juga bisa untuk penyakit gatal-gatal dan mencegah kanker, mungkin karena rasa pahit yang khas dari daun ini. Namun yang sudah banyak digunakan dan diakui khasiat dari daun ini adalah untuk mencegah malaria karena itu daun ini disebut juga obat anti malaria.

7. bunga pukul delapan

 

 

 

Bunga Pukul Delapan atau Portulaka merupakan tanaman asli Argentina, selatan Brazil, dan Uruguay. Biasanya, ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan atau di taman-taman. Herba ini memerlukan sinar matahari penuh agar tumbuh subur dan berbunga meriah. Portulaka dapat ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian. 1.400m dpl.

Herba ini rasanya pahit, sifatnya dingin. Berkhasiat menghilangkan bengkak, penghilang nyeri (analgesic), antiradang, dan menghilangkan bekuan darah.

8. bunga tai kotok

 

 

Tanaman tahi kotok sering ditanam di halaman rumah dan taman-taman sebagai tanaman hias. Tahi kotok berasal dari Meksiko, menyukai tempat terbuka yang terkena matahari langsung dan udara lembap.

Herba setahun yang tumbuh tegak ini memiliki tinggi 1,5-1,3m, becabang,dan berbau tidak enak. Daun tunggal, menyirip berbagi sangat dalam sehingga menyerupai daun majemuk menyirip gasal. Taju anak daun pada kedua sisi 5-9, bentuknya memanjang hingga lanset menyempit, dengan bintik kelenjar bulat dekat tapinya, warnanya hijau. Bunga tunggal, berbentuk bongkol, warnanya kuning atau orange. Buah keras, bentuk garis, dan berwarna hitam.

Larutan bunga bisa digunakan untuk membunuh belatung pada tanaman. Caranya, gilingan bunga (3g) sampai halus, lalu tambahkan satu liter air. Saring dan siap digunakan untuk menyemprot tanaman.

9. bunga matahari

 

 

 

 

 

Kembang ini berasal dari Amerika Selatan. Ia bisa hidup di mana saja karena memang cocok di segala iklim. Ia bisa hidup di dataran rendah hingga dataran tinggi. Benihnya berasal dari biji.
Biji bunga matahari terletak di tengah-tengah bunga yang berwarna kecokelatan. Kalau dilihat begitu saja, biji itu memang tidak tampak. Namun, Kalau kita mengambil helai-helai kecokelatan itu, lalu mengupasnya maka menyembullah bijinya. Bentuknya pipih, bercorak belang-belang putih dan tam. Sebagai makanan, biji bunga matahari biasa dibuat kuaci yang gurih dan kaya protein. Orang-orang cina biasa mengonsumsi kuaci bunga matahari sebagai obat kuat. Dan ternyata, kuaci bunga matahari itu bergizi tingqi lho! Selain kaya vitamin dan mineral, para ahli menyebutkan, protein dalam kuaci ini bisa menyehatkan otak sehingga orang tidak mudah pikun. Selain itu, bunga, daun, dan akarnya mengandung banyak sekali bahan-bahan Kimia. Bahan kimia yang berasal dari bunga matahari dibutuhkan oleh pabrik- pabrik kosmetik, odol, sabun mandi, sampai pabrik obat-obatan. Karena bisa dijadikan obat untuk berbagai penyakit, orang Cina Sering menyebut tanaman ini sebagai Si Ratu Obat.Di beberapa negara, bunga matahari sudah dijadikan tumbuhan perkebunan dan ditanam secara besar-besaran

10. bunga bakung

 

 

 

 

Di dalam bahasa Ibrani bunga Bakung ( Crinum asiaticum Linn.) disebut syosyan dan bahasa Yunani menyebutnya krinon . Ini merupakan tanaman berumbi yang banyak tumbuh di daerah Palestina dan sering digunakan sebagai tanaman hias. Bakung mempunyai ketinggian antara 0,5 – 1,25 m. Karena kaya warna sesuai jenisnya, bunga bakung atau lily digunakan sebagai lambang kecantikan. Bunga Iris, Crocus, dan Narcissus juga sering digolongkan sebagai bunga bakung. Di Indonesia bunga ini biasanya ditanam di halaman rumah, tetapi bunga ini juga dapat tumbuh secara liar. Bunganya berbentuk corong, mekar pada malam hari, dan berbau harum.

11. bnga wijayakusuma

 

 

 

 

 

Bunga ini hanya mengembang di malam hari mulai sekitar jam 8 malam, dan puncaknya di jam 12 malam, saat mengembang mengeluarkan aroma harum, hampir seperti melati tapi bercampur dengan lili, setelah jam 12 malam, dia layu dan tidak mengembang lagi, ini baru namanya BUNGA MALAM…

Wijayakusuma (Epiphyllum anguliger) termasuk jenis kaktus, divisi anthophita, bangsa opuntiales dan kelas dicotiledoneae. Jenis kaktus terdapat sekitar 1.500 jenis (famili). Tanaman kaktus dapat hidup subur di daerah sedang sampai tropis. Demikian juga tanaman wijayakusuma. Bunga wijayakusuma hanya merekah beberapa saat saja dan tidak semua tanaman wijayakusuma dapat berbunga dengan mudah, tergantung dari iklim, kesuburan tanah dan cara pemeliharaan.

Pada umumnya tanaman jenis kaktus sukar untuk ditentukan morfologinya, tetapi wijayakusuma dapat dilihat dengan jelas mana bagian daun dan mana bagian batangnya, setelah tanaman ini berumur tua. Batang pohon wijayakusuma sebenarnya terbentuk dari helaian daun yang mengeras dan mengecil. Helaian daunnya pipih, berwarna hijau dengan permukaan daun halus tidak berduri, lain halnya dengan kaktus-kaktus pada umumnya. Pada setiap tepian daun wijayakusuma terdapat lekukan-lekukan yang ditumbuhi tunas daun atau bunga Wijayakusuma dapat tumbuh baik ditempat yang tidak terlalu panas.

Kandungan di dalam bunga wijayakusuma ini belum pernah diteliti tetapi telah terbukti dapat mengurangi rasa sakit dan mempercepat pembekuan darah sehingga tanaman ini berkhasiat untuk menyembuhkan luka. Adapun ramuannya, tumbuk satu helai daun wijayakusuma hingga halus. Oleskan pada luka, kemudian balut dengan perban.

13. bunga mawar

 

 

 

 

Mawar adalah tanaman semak dari genus Rosa sekaligus nama bunga yang dihasilkan tanaman ini. Mawar liar yang terdiri lebih dari 100 spesies kebanyakan tumbuh di belahan bumi utara yang berudara sejuk. Spesies mawar umumnya merupakan tanaman semak yang berduri atau tanaman memanjat yang tingginya bisa mencapai 2 sampai 5 meter. Walaupun jarang ditemui, tinggi tanaman mawar yang merambat di tanaman lain bisa mencapai 20 meter.

Sebagian besar spesies mempunyai daun yang panjangnya antara 5-15 cm, dua-dua berlawanan (pinnate). Tiap tangkai memiliki daun majemuk yang terdiri dari paling sedikit 3 atau 5 hingga 9 atau 13 anak daun dan daun penumpu (stipula) berbentuk lonjong, pertulangan menyirip, tepi tepi beringgit, meruncing pada ujung daun dan berduri pada batang yang dekat ke tanah. Mawar sebetulnya bukan tanaman tropis, sebagian besar spesies merontokkan seluruh daunnya dan hanya beberapa spesies yang ada di Asia Tenggara yang selalu berdaun hijau sepanjang tahun.

Bunga terdiri dari 5 helai daun mahkota dengan perkecualian Rosa sericea yang hanya memiliki 4 helai daun mahkota. Warna bunga biasanya putih dan merah jambu atau kuning dan merah pada beberapa spesies. Ovari berada di bagian bawah daun mahkota dan daun kelopak. Jenis-jenis bunga mawar berdasarkan asalnya, antara lain:

1. Spesies asal Eropa:

  • Rosa alba
  • Rosa canina
  • Rosa gallica
  • Rosa chnamomea
  • Rosa cettifolia
  • Rosa spinosissma
  • Rosa wichuraiana

2. Spesies asal Timur Tengah:

  • Rosa fetida
  • Rosa fetida bicolor
  • Rosa fetida perciana
  • Rosa feicikoana
  • Rosa damascena

3. Spesies asal Tiongkok:

  • Rosa chinensis
  • Rosa liviegata
  • Rosa gigantea
  • Rosa primula
  • Rosa mulluganii
  • Rosa sericana pteracantha
  • Rosa hugonis
  • Rosa banksiae lutea

3. Spesies asal Jepang:

  • Rosa roxburghii
  • Rosa roxburghii ‘hirthua’
  • Rosa aciculaisis nipponensis
  • Rosa mulitiflora
  • Rosa wichuraina
  • Rosa rugosa
  • Rosa uchiyamana
  • Rosa jasminoidesu
  • Rosa fujisanesis

Manfaat Bunga Mawar:

Bunga mawar wanginya harum karena adanya minyak atsiri di dalamnya. Minyak atsiri ini mengandung zat sitrat, sitronelol, geraniol, linalol, nerol, eugenol, feniletilalkohol, farnesol, dan nonilal-dehida. Berkhasiat untuk mengobati gigitan serangga berbisa, gabag (morbili), dan jerawat.

Ramuan untuk gigitan serangga berbisa, siapkan 1 kuntum bunga mawar, 10 kuntum bunga melati, 2 kuntum bunga kenanga, dan 1 sendok teh minyak kelapa. Bunga dicuci bersih, lalu digiling sampai halus. Remaslah campuran ketiga bunga tersebut dengan minyak kelapa. Ramuan dioleskan pada luka bekas gigitan atau sengatan serangga, lalu dibalut.

Ramuan untuk penyakit gabag, cuci 15 kuntum bunga mawar, kemudian rebus dengan tiga gelas air hingga tersisa 3/4 gelas. Setelah itu disaring. Air mawar ini diminum tiga kali sehari. Ramuan untuk jerawat, rebus bunga mawar secukupnya dengan sedikit air. Setelah itu, air mawar yang telah disaring sebanyak dua sendok dicampur dengan satu sendok teh serbuk belerang. Oleskan pada malam hari sebelum tidur pada kulit yang terkena jerawat.

14. bunga kecubung


 

 

 

 

 

Bunga ini mengandung alkaloid atau disebut hiosamin (atropin) dan skopolamin. Alkahoid ini bersifat racun sehingga pemakaiannya terbatas pada bagian luar. Biji kecubung mengandung hiosin dan lemak, sedangkan daunnya mengandung kalsium oksalat. Berkhasiat mengobati rematik, sembelit, asma, sakit pinggang, bengkak, encok, eksim, dan radang anak telinga.

  • Ramuan untuk rematik, tumbuk daun dan bunga kecubung secukupnya, bawang merah secukupnya, dan jahe secukupnya. Hasil tumbukan tempelkan pada bagian yang sakit.
  • Ramuan untuk sembelit, dua lembar daun kecubung diolesi minyak kelapa lalu dipanggang di atas api hingga layu. Daun yang telah dipanggang tempelkan di bagian bawah perut. Lakukan 2-3 kali sehari.
  • Ramuan untuk asma, iris halus beberapa lembar daun kecubung, jemur hingga kering. Daun dibuat lintingan, lalu diisap seperti mengisap rokok.
  • Ramuan untuk sakit pinggang, tumbuk 5-10 lembar daun kecubung yang berbatang ungu dan kapur sirih secukupnya hingga halus. Tempelkan pada pinggang yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari.
  • Ramuan untuk bengkak, basahi daun kecubung dengan minyak kelapa kemudian dipanggang dan diremas. Tempelkan pada bagian yang bengkak 2-3 kali sehari.
  • Ramuan untuk encok, cuci delapan lembar daun kecubung hitam dan giling sampai halus, kemudian diremas-remas bersama air kapur. Gosokkan pada bagian yang sakit dua kali sehari.
  • Ramuan untuk eksim, tumbuk 25 gr daun kecubung, lalu beri minyak kelapa secukupnya. Lalu, panaskan.
  • Ramuan untuk radang anak telinga, cuci 10 lembar daun kecubung lalu giling sampai halus. Remas gilingan daun tersebut dengan dua sendok makan minyak kelapa yang telah dihangatkan terlebih dahulu. Lalu, peras dan saring. Minyak perasan diteteskan pada anak telinga yang sakit, lakukan dua kali sehari sebanyak lima tetes.

15. bunga kemuning


 

Bunga ini mengandung alkaloid atau disebut hiosamin (atropin) dan skopolamin. Alkahoid ini bersifat racun sehingga pemakaiannya terbatas pada bagian luar. Biji kecubung mengandung hiosin dan lemak, sedangkan daunnya mengandung kalsium oksalat. Berkhasiat mengobati rematik, sembelit, asma, sakit pinggang, bengkak, encok, eksim, dan radang anak telinga.

  • Ramuan untuk rematik, tumbuk daun dan bunga kecubung secukupnya, bawang merah secukupnya, dan jahe secukupnya. Hasil tumbukan tempelkan pada bagian yang sakit.
  • Ramuan untuk sembelit, dua lembar daun kecubung diolesi minyak kelapa lalu dipanggang di atas api hingga layu. Daun yang telah dipanggang tempelkan di bagian bawah perut. Lakukan 2-3 kali sehari.
  • Ramuan untuk asma, iris halus beberapa lembar daun kecubung, jemur hingga kering. Daun dibuat lintingan, lalu diisap seperti mengisap rokok.
  • Ramuan untuk sakit pinggang, tumbuk 5-10 lembar daun kecubung yang berbatang ungu dan kapur sirih secukupnya hingga halus. Tempelkan pada pinggang yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari.
  • Ramuan untuk bengkak, basahi daun kecubung dengan minyak kelapa kemudian dipanggang dan diremas. Tempelkan pada bagian yang bengkak 2-3 kali sehari.
  • Ramuan untuk encok, cuci delapan lembar daun kecubung hitam dan giling sampai halus, kemudian diremas-remas bersama air kapur. Gosokkan pada bagian yang sakit dua kali sehari.
  • Ramuan untuk eksim, tumbuk 25 gr daun kecubung, lalu beri minyak kelapa secukupnya. Lalu, panaskan.
  • Ramuan untuk radang anak telinga, cuci 10 lembar daun kecubung lalu giling sampai halus. Remas gilingan daun tersebut dengan dua sendok makan minyak kelapa yang telah dihangatkan terlebih dahulu. Lalu, peras dan saring. Minyak perasan diteteskan pada anak telinga yang sakit, lakukan dua kali sehari sebanyak lima tetes.

16. bunga melati

Melati / melur (jasmine) merupakan tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang hidup menahun. Bentuk daun pokok ini nampak ringkas dan muda, bercabang tiga, sedikit berlilin dan warna hijau tua. Satu bunga melur memiliki 5 hingga 6 kelopak. Bau bunga ini kuat dan harum. Di Indonesia, salah satu jenis melati dijadikan sebagai simbol nasional Indonesia yaitu melati putih (Jasminum sambac) karena bunganya dikaitkan dengan berbagai tradisi dari banyak suku di negara ini. Jenis lain yang juga populer adalah gambir (J. officinale). Melati memiliki sekitar 200 jenis, di antaranya:

  • Jasminum angulare
  • Jasminum angustifolium
  • Jasminum auriculatum
  • Jasminum azoricum
  • Jasminum beesianum
  • Jasminum dichotomum – Gold Coast Jasmine
  • Jasminum floridum
  • Jasminum fluminense – African Jasmine
  • Jasminum fruticans
  • Jasminum humile – Yellow Jasmine (melati kuning)
  • Jasminum grandiflorum – melati Spanyol
  • Jasminum mesnyi
  • Primrose Jasmine (Jasminum primulinum, melati Primrose,melur kuning cair)
  • Jasminum molle – Melur india jui
  • Jasminum multiflorum – Star Jasmine/melati bintang. Jasminum multiflorum Andr. (melati hutan: gambir, poncosudo, J. pubescens Willd.)
  • Jasminum nitidum – Shining Jasmine (melur berkilat) –
  • Jasminum nudiflorum – Winter Jasmine (melati musim dingin)
  • Jasminum officinale – gambir ((melati casablanca, Spanish Jasmine) sinonim dengan J. floribundum = Jasmine grandiflorum. Perdu setinggi 1,5 meter.)
  • Jasminum parkeri Dunn.(melati pot)
  • Jasminum polyanthum (melati merah jambu)
  • Jasminum pubescens
  • Jasminum rex- Melati Raja King Jasmine
  • Jasminum sambac – melati Arab. Jasminum sambac Air (melati putih) merupakan puspa bangsa Indonesia.
  • Jasminum revolutum Sims. (Melati Italia) – Jasminum simplicifolium (Melati Australia, J. volibile, melati Bintang). Ini merupakan melati hibrida dengan bunga berwarna merah muda dan harum.

Di antara 200 jenis melati yang telah diidentifikasi oleh para ahli botani baru sekitar 9 jenis melati yang umum dibudidayakan dan terdapat 8 jenis melati yang potensial untuk dijadikan tanaman hias. Sebagian besar jenis melati tumbuh liar di hutan-hutan karena belum terungkap potensi ekonomi dan sosialnya. Tanaman melati termasuk suku melati-melatian atau Oleaceae. Adapun jenis dan varietes Melati yang ada di Pulau Jawa antara lain:

  • Jasminum sambac (Melati Putih), antara lain varietas: ‘Maid of Orleans’, ‘Grand Duke of Tuscany’, menur dan ‘Rose Pikeke’
  • Jasminum multiflorum (‘Star Jasmine’)
  • Jasminum officinale (gambir).

Manfaat Melati:

Kebanyakan penganut Hindu akan memberi kalungan bunga melati sebagai tanda pemberian dan pengorbanan diri kepada tuhan-tuhan mereka. Bunga-bunga ini akan dijadikan satu bentuk kalungan dan kemudiannya dikalungkan pada berhala mereka. Selain itu, bunga melati juga bermanfaat sebagai bunga tabur, bahan industri minyak wangi, kosmetika, parfum, farmasi, penghias rangkaian bunga dan bahan campuran atau pengharum teh. Di China, bunga melati disatukan untuk dijadikan teh herbal. Melur jenis jasminum sambac, selalu digunakan sebagai pengharum teh hijau dan terkadang untuk teh Oolong. Penggunaan teh Melur sesuai dipasangkan dengan makanan pedas. Melati mengandung zat-zat bensil, livatilasetat, dan indol. Berkhasiat untuk mengurangi produksi ASI, mengobati sakit mata, bengkak akibat sengatan lebah, demam, sakit kepala, sesak napas, dan jerawat.

  • Ramuan untuk mengurangi produksi ASI, tumbuk satu genggam daun melati sampai halus. Tempelkan di sekitar payudara setiap pagi sebelum mandi.
  • Ramuan untuk mata merah atau bengkak, tumbuk satu genggam daun melati hingga halus. Tempelkan pada dahi. Bila sudah kering, ganti dengan bahan ramuan yang baru.
  • Ramuan untuk bengkak akibat sengatan lebah, remas-remas satu genggam bunga melati sampai halus. Tempelkan pada bagian yang terkena sengatan lebah.
  • Ramuan untuk demam dan sakit kepala, satu genggam daun melati dan 10 bunga melati diremas-remas dengan tangan, lalu rendam dalam air secukupnya. Air rendaman digunakan untuk mengompres dahi.
  • Ramuan untuk sesak napas, rebus 10 lembar daun melati dalam tiga gelas air sampai mendidih dan tersisa dua gelas. Setelah dingin, air rebusan disaring. Tambahkan sedikit garam. Minum dua kali sehari, pagi dan sore sebanyak 1/2 gelas.
  • Ramuan untuk jerawat, tumbuk 20 kuncup melati, 2 potong asam jawa yang lama dengan panjang 80 cm, belerang sebesar telur cecak hingga halus, lalu diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis. Gosokkan pada muka dua kali sehari.

17. bunga rosela

bunga rosela atau roselle memiliki nama latin Hisbiscus Sabdariffa adalah tanaman dari keluarga sejenis bunga sepatu. Ada yang mengatakan bahwa rosella berasal dari India tetapi ada pula yang mengatakan bahwa rosella berasal dari Afrika Barat. Namun, tanaman ini telah dikenal di Malaysia sejak tiga abad yang lampau. Di India Barat rosella disebut dengan Jamaican Sorrel. Nama lainnya: oseille rouge (Perancis), quimbombo chino (Spanyol), dan Bisap (Senegal).Selain indah dipandang bunga ini berguna untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), batuk, demam, batu ginjal, dan gusi berdarah. Di India biji rosella biasa digunakan untuk mengobati penyakit kulit, kurang darah, dan lesu. Kelopak bunga rosela dapat diambil sebagai bahan selai dan minuman segar (berupa sirup dan teh), terutama dari tanaman yang berkelopak bunga tebal. Kelopak bunga tersebut mengandung vitamin C, vitamin A, dan 18 asam amino. Di antaranya adalah arginin dan legnin yang berperan dalam proses peremajaan sel tubuh. Rosela juga mengandung protein dan kalsium. Selain itu, kelopak bunganya juga dapat diolah menjadi campuran salad, puding, jelly, saos, bahkan asinan / manisan. Sebagai obat tradisional, rosela berkhasiat sebagai antiseptik, aprodisiak, diuretik, pelarut, sedativ, dan tonik. Daun muda rosella juga dapat dimakan sebagai salad.

Menurut DEP.KES.RI.No.SPP.1065/35.15/05, setiap 100 gr rosella mengandung 260-280 mg vitamin C, vitamin D, B1, dan B2. Kandungan lainnya adalah kalsium 486 mg, omega 3, magnesium, beta karotin, dan asam amino esensial seperti agrinine (arginin) dan lysine (legnin). Bunga rosella juga kaya serat sehingga baik untuk kesehatan saluran pencernaan. Vitamin C dalam rosella dipercaya mampu menangkal radikal bebas penyebab kanker sedangkan kalsiumnya yang tinggi dapat mencegah keropos tulang.

Pohon rosella adalah sejenis tanaman perdu yang mudah ditanam. Maka dari itu, tanaman rosela dapat ditanam di segala macam tanah. Namun, paling cocok pada tanah yang subur dan gembur. Cara penanamannya adalah dengan menggunakan biji yang kering kemudian disemai. Selama masa pertumbuhannya rosela tidak tahan terhadap genangan air. Curah hujan yang dibutuhkan untuk lahan tegal adalah 800-1670 mm/5 bulan atau 180 mm/bulan. Pohon rosela bisa mencapai ketinggian 3-5 meter serta mengeluarkan bunga hampir sepanjang tahun. Kelopak bunganya berwarna merah gelap dan rasanya amat masam.

18. bunga gardenia

 

 

 

 

Kacapiring atau Kaca Piring Gardenia augusta ) adalah perdu tahunan dari suku kopi-kopian atau Rubiaceae. Bunganya berwarna putih dan sangat harum. Tanaman juga dikenal dengan nama binomial Gardenia jasminoides yang berarti “seperti melati,” walaupun tidak ada hubungannya dengan marga Jasminum (Melati). Di Bali, tanaman ini dikenal dengan nama jempiring dan bunganya merupakan maskot kota Denpasar.

 

Tinggi tanaman 1-3 meter, berasal dari Asia Timur dan banyak tumbuh di alam bebas, walaupun lebih banyak dijumpai di sekitar tempat tinggal manusia sebagai tanaman hias. Daun berbentuk bulat telur, tebal, permukaan daun berwarna hijau tua yang mengkilat. Bunga hanya muncul sekuntum di ujung-ujung tangkai, mempunyai 6 daun mahkota walaupun sebagian kultivar mempunyai bunga ganda (daun mahkota berlapis). Bunga sewaktu baru mekar berwarna putih bersih, tapi sedikit-sedikit berubah warna menjadi krem kekuningan. Bunga berbau sangat harum sehingga sering digunakan sebagai bahan baku minyak bunga. Harum bunga yang sepintas mirip Melati banyak menarik minat serangga seperti beberapa spesies Lepidoptera dan semut.

 

Buah berwarna kuning dengan daun kelopak yang masih menempel, berbentuk oval dan tidak akan retak walaupun sudah matang dan kering. Tanaman berkembang biak dengan cara stek atau cangkok. Bunga merupakan komoditas bunga potong, digunakan dalam karangan bunga dan korsase. Daun bisa digunakan sebagai obat sariawan dan akarnya sebagai obat sakit gigi.

 

Buah mengandung crocin (salah satu jenis karotenoida) berwarna kuning cerah seperti yang terdapat pada safron. Buah yang kering merupakan bahan pewarna. Di Jepang, bahan pewarna dari Kacapiring digunakan untuk pencelupan tekstil dan pewarna kue tradisional ( wagashi ) dan asinan lobak ( takuan )

19. bunga teratai

 

 

 

 

Teratai ( Nymphaea sp ) adalah tanaman air yang sangat diminati para pencinta tanaman hias karena sosoknya yang natural, eksotis dan dekoratif sehingga dapat menjadikan taman lebih semarak sekaligus menyejukkan pandangan. Teratai sering disebut Seroja atau Padma, di Eropa juga disebut Water Lily karena bunganya mirip bunga Lily. Selain berbunga cantik, ternyata tanaman ini juga sering digunakan sebagai bahan pangan dan obat. Hampir seluruh bagian tanamannya dapat dimanfaatkan.

Dalam pengobatan tradisional Cina, daun teratai dipercaya dapat menurunkan panas, menyembuhkan sakit kepala dan diare. Caranya adalah dengan merebus 4-5 lembar daun teratai dengan air, lalu air rebusannya diminum. Abu daun teratai mengandung efek homeostatik, yaitu kemampuan untuk mengembalikan kondisi tubuh ke keadaan normal, dan dipercaya dapat menghentikan pendarahan pada paru-paru, hidung dan rahim. Selain daun, biji teratai juga bermanfaat untuk kesehatan jantung, limpa dan ginjal. Biji teratai biasa digunakan dalam membuat aneka kue, minuman atau bubur. Biji teratai juga mengandung efek astringen sehingga bermanfaat untuk mengobati diare dan juga mengandung efek sedatif sehingga berguna untuk mengatasi insomnia dan palpitasi (detak jantung cepat). Aroma bunga teratai yang harum banyak digunakan dalam pengobatan energi bunga (flower’s Bach Remedies). Aroma teratai meningkatkan vitalitas dan mempunyai efek menenangkan. Sumber lain mengatakan, rebusan bunga teratai dapat digunakan sebagai pereda pendarahan dan menyembuhkan radang kulit bernanah. Selain daun dan biji, umbi teratai biasa diolah menjadi acar, tumisan, keripik dan dodol. Umbi teratai juga berkhasiat meredakan demam, tekanan darah tinggi dan wasir.

20. bunga kekwa

 

 

 

 

Bunga Kekwa atau Krisan atau Seruni ( Chrysanthemum ) adalah tumbuhan obat yang bertumbuh setinggi 50-150 sentimeter. Daunnya berbentuk cuping dan bunganya besar serta berwarna putih, kuning, atau merah jambu dalam spesies liar. Memandang bunga krisan atau seruni yang sedang mekar memang memanjakan mata. Tak salah jika bangsa di Eropa menyebutnya Chrysanthemum, yang dalam bahasa Yunani berarti kuning megah. Bahkan, bangsa Jepang mengangkat bunga ini sebagai bunga nasional. Bunga ini berasal dari Asia dan Eropa Timur Laut.

 

Bunga ini memiliki aneka warna, seperti putih, kuning, salem, merah, pink dan violet. Krisan juga mempunyai banyak variasi kelopak: tunggal dan bertumpuk dengan ukuran kecil hingga super besar. Keindahan krisan memikat banyak orang. Di Indonesia krisan lebih popular sebagai bunga potong dan bunga siap pajang yang dijual dalam pot. Tanaman yang masih termasuk keluarga Compositae ini sedikit manja dan membutuhkan perawatan khusus. Masuk akal karena asal krisan dari daerah subtropik yang beriklim dingin, sekitar 17 – 24 derajat C. Krisan biasanya dikembang biakan dengan biji yang sebagian besar didatangkan dari Belanda. Sejauh ini bibit asal biji masih menjadi pilihan utama karena hasil yang seragam, perakarannya kuat dan masa berbunga lebih panjang. Semaikan biji pada media sekam, pasir, tanah berhumus dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:1. Agar media terbebas dari bakteri pembusuk, kukus media sebelum digunakan. Setelah bibit muda memiliki 5-8 lembar daun, pindahkan ke dalam pot atau ke lokasi tanam. Pada masa pertumbuhan krisan harus diberi naungan dan sinar buatan selama 16 jam sehari. Saat kuntum bunga mulai bermunculan, cahaya harus dikurangi 8 jam sehari agar warna bunga tidak pudar dan tangkai bunga tidak memanjang.

 

Bunga-bunga krisan sering kalinya dimasak dengan air untuk menghasilkan apa yang digelarkan sebagai “teh bunga krisan” ( 菊花茶 , pinyin: jú huā chá, dalam bahasa Cina), sejenis minuman manis, di dalam sebilangan kawasan Asia. Teh bunga krisan mempunyai banyak kegunaan pengobatan, termasuk menyembuhkan demam, panas dalam, sakit tenggorokan. Di China, daun-daun krisan dimasak secara mudah dengan bawang putih dan cili kering. Sayur kekwa yang telah dimasak mempunyai warna yang tua, tekstur yang padat dan bermusilaj, serta bau yang harum dan kompleks.

21. bunga adas manis

 

 

 

 

 

Adas manis, kembang lawang (Pimpinella anisum Linn.) merupakan sejenis tumbuhan berbunga dari famili Apiaceae yang berasal dari kawasan Laut Tengah bagian timur dan Asia barat daya. Tumbuhan ini merupakan satu dari sembilan tumbuhan obat yang dianggap berrnukjizat di Anglo-Saxon. Tumbuhan ini dapat hidup dari dataran rendah sampai ketinggian 1.800 m di atas permukaan laut, tetapi akan tumbuh lebih baik pada dataran tinggi. Karena manfaatnya, tanaman ini banyak ditanam di Indonesia, India, Argentina, Eropa, dan Jepang. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan semusim yang tingginya dapat mencapai satu meter dan berumur panjang, tumbuh merumpun. Satu rumpun biasanya terdiri dari 3 – 5 batang.

 

Batang hijau kebiru- biruan, beralur, beruas, berlubang. Bila dimemarkan, baunya wangi. Daun pada bagian dasar tumbuhan ini berbentuk sederhana, panjangnya 2-5 cm, dan bercuping dangkal, sementara daun pada bagian batang yang lebih tinggi berbentuk menyirip seperti bulu dan terbagi-bagi menjadi banyak anak daun. Bunganya berwarna putih, berdiameter 3 mm, dan bergerombol banyak dalam payungan bunga. Perbungaan tersusun sebagai bunga payung majemuk dengan 6 – 40 gagang bunga, panjang ibu gagang bunga 5 – 10 cm, panjang gagang bunga 2 – 5 mm, mahkota berwarna kuning, keluar dari ujung batang. Buah lonjong, berusuk, panjang 6 – 10 mm, lebar 3 – 4 mm, masih muda hijau setelah tua cokelat agak hijau atau cokelat agak kuning sampai sepenuhnya cokelat.

 

Namun, warna buahnya ini berbeda-beda tergantung negara asalnya. Buah masak mempunyai bau khas aromatik dan bila dicicipi, rasanya relatif seperti kamper. Adas menghasilkan minyak adas, yang merupakan hasil sulingan serbuk buah adas yang masak dan kering. Ada dua macam minyak adas, yaitu adas manis dan adas pahit. Keduanya digunakan dalam industri obat-obatan. Adas juga dipakai untuk bumbu atau digunakan sebagai bahan yang memperbaiki rasa (corrigentia saporis) dan mengharumkan ramuan obat. Biasanya adas digunakan bersama-sama dengan kulit batang pulosari. Daunnya bisa dimakan sebagai sayuran. Perbanyakan dengan biji atau dengan memisahkan anak tanaman.

 

Nama Lokal :

Hades (Sunda), adas, adas londa, adas landi (Jawa),; Adhas (Madura), adas (Bali), wala wunga (Sumba).; Das pedas (Aceh), adas, adas pedas (melayu).; Adeh, manih (Minangkabau). paapang, paampas (Menado).; Popoas (Alfuru), denggu-denggu (Gorontalo), ; Papaato (Buol), porotomo (Baree). kumpasi (Sangir Talaud).; Adasa, rempasu (Makasar), adase (Bugis).; Hsiao hui (China), phong karee, mellet karee (Thailand),; Jintan Manis (Malaysia). barisaunf, madhurika (Ind./Pak.).; Fennel, commaon fennel, sweet fennel, fenkel, spigel (I).

 

Penyakit Yang Dapat Diobati:

Sakit perut (mulas), perut kembung, mual, muntah, ASI sedikit, Diare, sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan, batuk, Sesak napas (Asma), nyeri haid, haid tidak teratur, rematik goat, Susah tidur (insomnia), buah pelir turun (orchidoptosis), kolik, Usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis), batu empedu, Pembengkakan saluran sperma (epididimis), Penimbunan cairan dalam kantung buah zakar (hiodrokel testis), Keracunan tumbuhan obat atau jamur, meningkatkan penglihatan.

 

CARA PEMAKAIAN:

Buah adas sebanyak 3 – 9 gr direbus, minum atau buah adas digiling halus, lalu diseduh dengan air mendidih untuk diminum sewaktu hangat. Daun dimakan sebagai sayuran atau direbus, lalu diminum.

Untuk pemakaian luar: buah kering digiling halus lalu digunakan untuk pemakaian lokal pada sariawan, sakit gigi, sakit telinga dan luka. Minyak adas juga dapat digunakan untuk menggosok tubuh anak yang masuk angin. Selain itu, d alam aromaterapi minyak esensial adas manis digunakan untuk merawat pilek dan flu.

22. bunga telang

 

 

 

 

Bunga Telang atau Bunga Biru dalam bahasa Inggrisnya disebut juga Blue Pea Flower (Latin: Clitoria ternatea ) adalah bunga yang berwarna biru keunguan yang banyak tumbuh di wilayah Asia. Di Malaysia tanaman ini banyak tumbuh dan dipergunakan sebagai tanaman penutup perkebunan kelapa dan pada perkebunan karet. Tanaman ini secara luas ditanam sebagai tanaman hias pada pagar dan tralis karena warna bunganya yang biru atau bunga putih sangat mengesankan, dan ditanam juga untuk pewarna dan pengobatan. Selain itu bunga telang telah dipertimbangkan suatu makanan hewan yang menjanjikan dan telah dievaluasi di seluruh Australia, Afrika, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Asia Tenggara.

 

Warna biru keunguannya sangat menarik dan dapat digunakan  sebagai pewarna alami biru pada penganan. Sekarang keberadaan bunga ini semakin langka, walaupun masih bisa diperoleh di pasar tradisional yang menjual bunga atau  tempat-tempat tertentu di mana bunga telang ini dijadikan tanaman hias ataupun tumbuh liar.

 

Ternyata dalam kuliner Nonya alias peranakan bunga telang ini banyak digunakan sebagai pewarna makanan alami. Beberapa penganan itu antara lain: Pulut Inti , Pulut Tai Tai dan Nasi Kerabu . Penggunaannya adalah dengan cara: mencuci bersih bunga telang, lalu diremas2 atau tumbuk bersama sedikit air matang dan saring. Atau, bisa juga dengan merebus bunga telang hingga bunga layu dan airnya berwarna biru. Kemudian disaring dan diambil airnya. Alternatif lain bisa juga dengan cara merendam bunga telang dengan air panas hingga airnya berwarna biru, remas2 saring, dan ambil airnya. Bunga telang ini juga bisa dikeringkan dengan cara dijemur untuk waktu penyimpanan yang lebih lama.

23.pohon pisang

 

 

 

 

 

Getah tanaman pisang selama ini diketahui mengandung saponin yang berperan untuk pembentukan pembuluh darah baru, flavonoid untuk penyingkat fase peradangan sekaligus pencegah infeksi dan asam askorbat untuk pembentuk jaringan ikat kolagen. Penelitian para mahasiswa untuk mengetahui efek gel getah batang pisang terhadap jumlah angiogenesis, kepadatan kolagen, dan jumlah osteoblas pada proses penyembuhan luka pasca ekstraksi gigi telah diujicobakan pada marmut.

24.biji mahoni

 

 

 

Memang paling terkenal biji mahoni adalah untuk pengobatan malaria, ternyata dari berbagai penelitian dapat dipakai juga untuk pengobatan kencing manis.

Untuk kencing manis, misalnya, bisa dipakai kulit tanaman pulai, biji mahoni,
umbi bidara upas, tumbuhan tapak dara, terong ngor, daun sembung dan
sebagainya. Bahan-bahan tersebut dapat dipakai secara tunggal.artinya tunggal tidak harus merupakan bagian dari suatu ramuan.

Amat mudah untuk membuat biji mahoni menjadi obat kencing manis. Yakni cukup
menyeduh bijinya yang sudah dilembutkan sebanyak setengah sendok teh dengan air
panas matang sebanyak setengah gelas. Minumlah seduhan ini 3 menit sebelum
makan. Lakukan cara ini sebanyak 2-3 kali sehari.

selain itu juga biji mahoni bermanfaat sebagai :

KEGUNAAN:
– Tekanan darah tinggi (Hipertensi).
– Kencing manis (Diabetes mellitus).
– Kurang napsu makan,
– Rematik.
– Demam.
– Masuk angin.
– Ekzema.

25. jambu biji

 

 

 

 

Jambu biji dengan nama ilmiah (Psidium Guajava) sudah banyak dimanfaatkan sebagai herbal pengobatan selain dikomsumsi langsung dengan rasa yang lezat. Tanaman jambu biji ini banyak tumbuh di negara-negara Asia.

Dengan bentuk buah yang bundar, warna buahnya hijau atau kuning apabila sudah masak, dagingnya berwarna merah atau putih, banyak biji yang kecil-kecil dan keras dengan di selimuti oleh zat lembut seperti bubur yang rasanya manis.

Dengan mengkomsumsi langsung baik yang sudah masak atau setengah matang atau yang sudah di oleh menjadi selai dan jelly. Hal ini disarankan karena kandungan gizinya  yang banyak. Jambu biji banyak tumbuh di India.

Kandungan nutrisi  yang terkandung dalam Jambu biji adalah sebagai berikut :

  • Vitamin C (yang terkandung dalam kulitnya memiliki 5 kali lipat Vitamin C dibanding dengan jeruk).
  • Vitamin A dan B
  • Kalsium
  • Asam Nicotinic
  • Phosphorus Fosfor
  • Potassium
  • Zat Besi
  • Asam Folic
  • Serat.

Dengan kandungan nutrisi yang terkandung didalamnya tersebut, maka manfaat Jambu Biji untuk kesehatan, diantaranya :

  1. Diare dan Disentri : Jambu biji sangat kaya zat pengikat (persenyawaan zat yang terkandung dalam jambu dengan zat dalam mulut kita pada saat mengunyah daun jambu atau jambu biji mentah maka kita akan merasa segar) zat tersebut yang membantu mengikat usus pada penderita diare. Jambu biji ini mengandung zat alkaline alami, desinfektan dan anti bakteri sehingga membantu dalam penyembuhan disentri yang disebabkan oleh pertumbuhan mikroba dan mengurangi produksi lendir yang berlebih dari usus.

    Selanjutnya dengan kandungan lain dalam jambu biji seperti vitamin C dan Potassium Carotenoids akan membantu memperkuat system pencernaan dalam mengatasi bakteri tersebut.

  2. Sembelit : Salah satu zat yang bermanfaat yang terkandung dalam jambu biji adalah serat pangan, serat ini berguna untuk mencegah berbagai penyakit degenerative, seperti kanker usus besar (kanker kolon) karena sifatnya yang bisa larut dalam air sehingga dapat membantu pengeluaran residu hasil produksi tubuh yang tidak bermanfaat lagi melalui proses buang air besar.

    Menurut penelitian bahwa tidak lancarnya pembuangan kotoran (sembelit) dapat mengakibatkan 72 buah jenis penyakit sehingga dengan lancarnya proses pembuangan yang dihasilkan dari pencernaan tersebut sangat baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

  3. Batuk dan Pilek : Dengan menjus jambu biji yang masih muda atau herbal dari rebusan daun jambu biji sangat bermanfaat untuk mengatasi batuk dan piilek, mengurangi lender, melonggarkan saluran pernapasan, tenggorokan dan paru-paru. Jambu biji dikatakan buah yang sangat istimewa karena memiliki kandungan zat gizinya yang tinggi, seperti vitamin C, potasium, dan besi.

    Vitamin C dosis tinggi yang terkandung dalam jambu biji tersebut dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan berbagai infeksi. Dengan demikian kita tidak mudah menjadi sakit, seperti flu, batuk, demam, dan lain-lain.

  4. Perawatan Kulit : Jambu biji dapat bermanfaat untuk memperbaiki tektur kulit lebih baik apabila dibandingkan menggunakan krim atau toner kulit kimia yang biasa kita pergunakan sehari-hari. Kandungan zat yang terkandung dalam buah biji tersebut terutama dengan mengkomsusmi buah yang setengah matang dan daunnya atau dengan mencuci kulit dengan rebusan kulit luar pohon jambu biji, buah serta daun yang masih muda maka dapat membantu mengencangkan otot kulit yang sudah kendor.

    Selain zat tersebut jambu biji juga sangat kaya dengan vitamin A, B dan C serta potassium yang sangat baik sebagai antioksidan sehingga kulit Anda akan tetap segar dan bebas dari noda, keriput dan penyakit kulit lainnya yang berbahaya.

  5. Tekanan Darah Tinggi: Jambu Biji dapat membantu untuk mengurangi kolesterol yang terkandung dalam darah. Penelitian sudah menunjukan bahwa kandungan potasium sekitar 14 mg/100 gram buah, yang mana zat potasium bermanfaat untuk meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, mengatur pengiriman zat-zat gizi lainnya ke sel-sel tubuh, mengendalikan keseimbangan cairan pada jaringan sel tubuh, serta menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  6. Menurunkan Berat Badan : Jambu biji sangat berguna bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan karena kandungan yang terdapat didalamnya berupa vitamin, protein dan serat serta tanpa kolesterol dan kurang mudah mencerna karbonhidrat sehingga dengan mengkomsumsi jambu biji pada siang hari, maka kita tidak akan merasa lapar sampai malam bahkan bagi yang kurus berat tubuhnya akan tetap ideal hal itu terjadi dikarenakan kekayaan gizi yang terkandung didalamnya akan membantu menjaga metabolisme dan membantu penyerapan gizi.
  7. Manfaat lain dari jambu biji untuk kesehatan diantaranya : membantu mengendalikan diabetes, mengurangi resiko kanker, gusi yang bengkak dan tanggal gigi, menyembuhkan luka apabila diterapkan sebagai obat luar, kejang-kejang, epilepsi, infeksi bakteri dan lain sebagainya.